Copyright © Blog yang lainnya
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label CODING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CODING. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 September 2012

Membuat Java Servlet



Dalam sesi tutorial kali ini, kita akan membuat servlet sederhana dalam langkah demi langkah dengan tujuan memahami bagaimana gaya Java menangani sebuah mekanisme website (request dan response) dalam mekanisme protokol HTTP. Seperti yang telah saya tulis di panduan ini, Java Servlet memiliki beberapa kelemahan yang sangat signifikan. Tetapi saya tetap mengantarkan konsep ini daripada saya memperkenalkan cara yang lebih mudah seperti JSP. Alasan utama saya, untuk memperkenalkan kepada Anda konsep sistem Java Enterprise dengan bertumpuk-tumpuk servlet, Anda harus mengerti konsep servlet terlebih dahulu karena framework-framework tersebut sebenarnya juga tersusun dari servlet.

Tutorial ini membahas mengenai pembuatan servlet sangat sederhana dengan menggunakan IDE Eclipse Europa versi 3.3. IDE ini sangat memudahkan kita dalam melakukan development sistem Java Enterprise. Servlet yang akan kita buat hanya menampilkan form, meminta pengunjung memasukkan nama, dan menyapanya kembali dengan nama yang telah dimasukkan tersebut.

Pada bagian akhir tutorial, kita melakukan deployment pada server production dengan menggunakan Apache Tomcat.

Silakan mendownload panduan ini (dalam format PDF) di sini: Membuat Java Servlet.

Jika Anda memerlukan source code lengkap beserta hirarki directory-directory-nya, silakan download di sini (dalam format ZIP): Source Code Lengkap.

Selamat mencoba. :)

Sumber: http://blog.galihsatria.com/2008/02/08/membuat-java-servlet/

Membangun Aplikasi Web-Based dengan Java Enterprise: Pendahuluan


SERI 1: PENDAHULUAN

Sekarang, aplikasi web-based sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, menggantikan aplikasi desktop-based. Ini dikarenakan kepraktisannya dimana pengguna tidak perlu melakukan instalasi aplikasi di desktop masing-masing รข€“ cukup buka browser dan menuju server tempat aplikasi tersebut dipasang.

Java sendiri memiliki cabang yang menangani masalah aplikasi web-based ini yang dinamakan Java Enterprise Edition. Cabang ini sebenarnya ruang lingkupnya sangat luas, yaitu ruang Enterprise yang khusus menangani aplikasi-aplikasi berskala besar dan membutuhkan reliabilitas yang tinggi. Web-based application, karena merupakan aplikasi yang multitier, tentu saja termasuk dalam cabang ini.

Apa saja kunci dari aplikasi enterprise? Paling tidak ada beberapa kunci, yaitu:

  • Reliabilitas. Ketahanan aplikasi untuk tetap tangguh melayani permintaan dalam waktu yang panjang.

  • Skalabilitas. Jumlah penggunaan aplikasi yang berkembang dengan cepat dan banyak. Skalabilitas juga bisa diartikan server-server penyusun aplikasi bisa berkembang dalam jumlah yang banyak.

  • Multitier. Satu aplikasi enterprise memerlukan lebih dari satu tier (bagian) yang menyusunnya. Misalnya, client, application server, database server, dan middle tier sebagai penghubung client dan application server.

  • Networked. Kata kunci ini muncul tidak terelakkan dengan adanya tiga kunci di atas.


Java telah memfasilitasi pembuatan aplikasi seperti ini dengan menyediakan sebuah sistem dan bingkai kerja (framework) yang khusus didesain untuk aplikasi enterprise sehingga memudahkan developer. Fitur-fitur apa saja yang disediakan oleh Java? Banyak sekali, di antaranya adalah yang saya sebutkan di bawah ini:

  1. Mekanisme komunikasi antara client dan server.
    Protokol komunikasi yang paling umum digunakan adalah HTTP. Java memiliki struktur mekanisme yang paling dasar untuk menangani protokol HTTP, yaitu Java Servlet.

  2. Kit dan berbagai komponen untuk penyajian antar muka pengguna, atau user interface.
    HTML hanya menyediakan komponen user interface yang sangat dasar. Berdasarkan komponen tersebut, Java Enterprise menyediakan komponen-komponen tambahan yang memudahkan penyajian isi, misalnya seperti validasi otomatis, komponen kalender, komponen auto-complete, dan sebagainya. Java Server Pages, adalah kunci dari nomor 2 ini.

  3. Persistent Connection dan Object Relational Mapping.
    Aplikasi enterprise nyaris tidak bisa dipisahkan dari koneksi ke database. Karena Java adalah bahasa yang sangat berorientasi objek, maka Java menyediakan mekanisme khusus untuk menangani database relasional secara object-oriented. Data-data pada database disimpan dalam objek-objek yang telah didefinisikan, sehingga sangat memudahkan kita untuk melakukan operasi database (Create, Update, Delete, Select) dengan langsung mengakses objek tersebut. Standar Java Enterprise yang mengurusi masalah ini adalah EJB (Enterprise Java Bean).


Java Enterprise Edition sebenarnya hanyalah spesifikasi-spesifikasi yang ditulis dalam standar JSR. Oleh karena itu dalam implementasinya ada beberapa model bingkai kerja Java Enterprise yang didukung oleh vendor-vendor tertentu. Apa saja implementasi standar JSR yang didukung resmi oleh vendor-vendor besar seperti Sun dan Oracle? Ada Java Server Faces, Java Server Pages, dan Enterprise Java Bean (EJB).Selain vendor-vendor resmi, beberapa komunitas juga mengembangkan standar mereka sendiri untuk membangun aplikasi enterprise. Berbasis Java, ada bingkai kerja semacam Struts 2, Spring, dan semacamnya. Aplikasi-aplikasi ini meskipun tidak mengimplementasikan JSR, telah cukup untuk membuat aplikasi enterprise. Ini yang akan saya bahas nanti.

Aplikasi yang akan saya bangun nanti adalah sebuah aplikasi kosong yang memiliki fungsional enterprise. Framework yang saya gunakan adalah:

  1. Struts 2, framework yang mengatur hubungan antara client dan server. Struts 2 memiliki roh dari Webwork 2.

  2. Spring, framework untuk mengatur MVC (Model View Controller).

  3. Hibernate, framework untuk Object Relational Mapping. Semacam Entity EJB jika di standar Java Enterprise.


See you at the next posting :)

PS: Susahnya menulis teknis pemrograman aplikasi dalam bahasa yang tidak terlalu mengawang-awang :( *keluh…

Sumber: http://blog.galihsatria.com/2007/11/28/membangun-aplikasi-web-based-dengan-java-enterprise-pendahuluan/
Rabu, 29 Februari 2012

Socket Programming Delphi

Socket programming adalah bagaimana cara menggunakan socket API ( Application Socket Programming ), untuk menghubungkan komunikasi antara proses remote dan local , programmer yang menggunakan ILE ( Integrated Language Environment) C dapat menggunakan informasi untuk mengembangkan aplikasi socket . Anda juga dapat menggunakan kode socket API dari bahasa ILE lainnya , seperti RPG . JAVA juga mendukung alat penghubung untuk socket programming

Sabtu, 07 Januari 2012

[Tutorial] Membuat display hello world pemrograman AS/400

Tutorial by: belajarbersama

Sumber : http://kask.us/2998843

Mari belajar bersama :)

Kebetulan saya cukup mengerti sedikit2 mengenai pemograman AS400.

Saya coba sediakan tutorial untuk menampilkan hello world ini, apabila ada kekurangan boleh langsung di complain :)

Langkah2 membuat display hello world adalah,
1. Membuat Display File (DSPF) dam Compile
2. Membuat Coding RPGLE dan Compile
3. Run Test

Akan kita bahas 1 1 ya.

Pertama, saya anggap semua sudah bisa melakukan login ke AS400 ya,
Untuk tutorial ini saya menggunakan telnet ke rzkh.de
Rabu, 27 April 2011

CodeIgniter Framework PHP



CodeIgniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal. CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi terakhir adalah 1.7.2 dapat dilihat di website resminya (ada dibagian akhir tulisan ini).

Sebelum membahas lebih jauh tentang salah satu framework PHP ini, mungkin kalian ada yang masih bingung apa itu Framework, apa itu VMC (Model, View, Controller)?

Framework secara sederhana dapat diartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang pemrograman, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal.

Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework:

  • Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web.

  • Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)

  • Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll

  • Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS


Sekarang masuk ke pengertian VMC (Model View Controller).

Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi kontrol aplikasi. Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu :

  1. View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model.

  2. Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete, search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view.

  3. Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi.


Dengan menggunakan prinsip MVC suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintanability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan.

Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain,

  • Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain.

  • Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration)  : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.

  • Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru.

  • Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami.

  • Dan banyak lagi yang lainnya.


Beberapa website yang menggunakan CodeIgniter ini antara lain: TvOne.co.id, Kompas.com dan banyak lagi yang lainnya. Anda bisa membaca secara lengkap tentang CI ini dibeberapa alamat di bawah:

Situs Resmi: http://www.codeigniter.com
Codeigniter Indonesia: http://www.codeigniter-id.com
Video Tutorial Instalasi CI: http://codeigniter.com/tutorials/watch/intro
Video Tutorial Membuat Blog hanya 20 menit dengan CI: http://codeigniter.com/tutorials/watch/blog
Dan Banyak lagi yang lainnya.

SUMBER : http://supono.wordpress.com/2010/04/16/codeigniter-framework-php/